original styles
Vasque Shoes

Senin, 17 Desember 2012

Wirausahawan Informal Mandiri

Usaha skala mikro umumnya merupakan usaha informal yang dikelola oleh wirausahawan informal sekaligus penyangga penyerapan tenaga kerja. Sumbanhan UMKM terhadap PDB kisaran 56,7 persen, hampir separoh ekonomi nasional disumbang oleh 0,1 persen usaha besar. Pemerintah pusat dan daerah harus lebih intens mengatasi masalah sektor informal, karena sektor informal harus dijadikan wirausahawan mandiri informal untuk ditransformasikan menjadi formal. Dari sisi birokrasi harus ramah terhadap usaha mikro dan kecil sehingga lebih mudah untuk didorong naik skalanya menjadi usaha skala sedang. Selain itu konsolidasi kelembagaan, investasi teknologi tepat guna dan inovasi perlu dilakukan.

Rabu, 28 November 2012

Membangun Bisnis Jenang

Pada waktu kecil dulu bila menempuh perjalanan dari Pati ke Semarang tentu bis akan berhenti di terminal Kudus cukup lama. Bersamaan itu para pedagang menaiki bus dan menawarkan jenang kudus yaitu Sinar 33. Jenang ini menjadi favorit di jamannya yaitu era 1980 an. Setiap bepergian oleh oleh jenang dari Kudus seolah olah menjadi menu wajib dan bila kita memakannya akan mengenang masa tempo dulu. Kini dengan semakin majunya jaman pemilik usaha ini menyiapkan diri bahkan merambah pasar luar negeri. Untuk mengenalkan produknya jenang ini mengambil brand jenang Mubarok. Padahal sebelumnya mempunyai produk legendaris yaitu Sinar 33 yang pada saat itu berkompetisi dengan jenang cap keris. Muhammad Hilmy pewaris tahta jenang Mubarok melalui sentuhan tangannya selalu berinovasi baik dari sisi rasa hingga pengemasan melakukan lompatan yang jauh sehingga berbagai penghargaan diterimanya.Tidak hanya itu saja penetrasi pasar serta ikut dalam forum forum bisnis selalu di ikutinya. Kini produk jenang Mubarok mudah didapatkan dimana saja tidak harus pergi ke kota Kudus terlebih dahulu.

Selasa, 20 November 2012

Ide Bisnis Kaum Muda

Di Semarang baru baru ini digelar kontes wiramuda yang bertujuan membangkitkan semangat berusaha dalam jiwa para pemuda untuk lebih mandiri. Kontes tersebut diperuntukkan terhadap ide usaha yang akan dijalankan. Jadi ide tersebut belum pernah ada yang menjalankan dengan usaha yang sama atau ide tersebut merupakan inovasi usaha sejenis. Dari peserta yang ikut berlaga dengan proposal yang diajukan kepada penyelenggara terdapat berbagai bidang usaha baik berupa makanan, minuman, jasa hingga teknologi informasi. Umumnya mereka sudah berani mengemukakan pendapatnya atau ide usahanya serta langkah langkah untuk menjalankan. Dari lomba ini banyak potensi yang perlu mendapatkan pendampingan walaupun telah ditetapkan 10 besar pemenang dan 10 pemenang kategori harapan.

Senin, 15 Oktober 2012

Mesin Warna Alami

Untuk mengolah bahan pewarna alami bagi pewarnaan batik saat ini menjadi trend mengingat isu go green yang sedang digaungkan oleh dunia internasional. Untuk menyikapi hal tersebut salah satu warga Solo menciptakan mesin pengolah bahan alam menjadi warna alam. Ide pembuatan mesin ini bermula adanya permintaan kelompok perajin batik di Surakarta yang cenderung menggunakan warna alam.

Mete Wonogiri

Dalam setiap event pameran baik di tingkat regional maupun nasional Kabupaten Wonogiri selalu menampilkan unggulannya yaitu kacang mete. Usaha rakyat perkenunan mete di Wonogiri dari tahun ketahun meningkat. Menurut catatan Dinas Pertanian Wonogiri produksi mete di kabupaten ini mencapai 7.200 ton per tahun dengan areal kebun 21.685 Ha. Tanaman mete lebih banyak ditanam disekeliling pekarangan.Meskipun banyak pula petani yang menjadikan seluruh areal tegalannya ditanami pohon mete. "Produksi mete di Wonogiri memang kurang dibandingkan permintaan. Karena itu banyak pengusaha pengupasan mete yang mendatangkan dari luar seperti dari Sulawesi dan NTB," kat Wardi pedagang pengumpul yang sudah terjun dalam perdagangan mete puluhan tahun.

Kamis, 04 Oktober 2012

Hallo KKMB

Konsultan Keuangan Mitra Bank yang disingkat KKMB di inisiasi pada waktu itu dari Kementrian Kelautan bersama Bank Indonesia dimaksudkan untuk pendampingan pelaku usaha skala kecil di sektor usaha perikanan dan kelautan. Angkatan demi angkatan dilatih di beberapa wilayah di Indonesia. Perjalanannya sejak tahun 2005 - an hingga sekarang mengalami pasang surut. Ada yang sudah dapat mandiri melakukan pendampingan dan ada yang mati ditengah jalan karena kehabisan tenaga. Sempat terlontar dari beberapa alumni bahwa kita dilahirkan namun tidak disusui. Pendampingan inilah yang sebenarnya dibutuhkan oleh pelaku usaha skala kecil. Bagaimana melakukan dan memberi jalan cara akses keuangan baik melalui Bank maupun akses dana CSR dari BUMN. Sudah saatnya kita harus evaluasi apa saja yang telah kita perbuat terhadap bangsa Indonesia melalui KKMB.

Selasa, 02 Oktober 2012

Tantangan Majukan Koperasi

Sarmila dari Dewan Koperasi Indonesia memberikan orasi tantangan memajukan Koperasi dan UKM di Indonesia. Tantangan ini disampaikan dalam pelatihan Certified Professional Entrepreneur ( CPE ) di Hotel Sriwedari Yogyakarta baru baru ini. Pelatihan ini diperuntukkan bagi pendamping UMKM di dua provinsi yaitu DIY dan Jawa Tengah. Koperasi di Indonesia sudah 67 Tahun hingga saat ini dan mempunyai 100 ribu outlet. Dari 100 ribu outlet ini   masih didominasi bidang Simpan Pinjam dan Unit Serba Usaha. Koperasi dan UMKM tidak maju karena tidak ada yang ngopeni. Untuk itulah mulai dari para peserta pelatihan CPE ini dapat menjadi pendamping Koperasi dan UKM untuk memajukan ekonomi bangsa. Mengingat ekonomi kita sudah dijajah mulai dari garam, beras, buah buahan, kedelai, gula di datangkan dari luar negeri.

Rabu, 26 September 2012

Tas Kulit Tanggul Angin

Dalam event pameran 100 persen produk Indonesia yang diselenggarakan Kadin Jateng. Salah satu peserta adalah Kadin Sidoarjo yang menampilkan kerajinan kulit. Tanggulangin sudah tak asing bagi telinga kita yaitu tempat produsen aneka kerajinan tas, sepatu  dan dompet dari kulit. Disamping itu pula terkenal terkena luapan lumpur Lapindo. Pada pameran di Semarang ini mendapatkan sambutan cukup antusias dari pengunjung. Pameran yang digelar selama enam hari ini selain dari wilayah Jateng di ikuti pula dari berbagai provinsi seperti Lampung, Kalimantan dan Batam.

Selasa, 14 Agustus 2012

Bazaar Ramadhan 1433 H

Bazaar dan pasar murah bagi warga sekitar kantor Kadin Jateng di seputar Jalan Imam Bonjol dapat di nikmati masyarakat jelang Lebaran dengan harga subsidi. Barang kebutuhan tersebut adalah berupa paket seharga Rp 32 Ribu terdiri 2,5 Kg Beras, 1 Kg Gula Pasir, 1 Liter Minyak Goreng, 1 Kg Bawang Putih dan 1 Kg Bawang Merah. Kegiatan ini dilaksanakan menjelang lebaran sebagai wujud kepedulian terhadap warga sekitar. Disamping penjualan paket juga penjualan makanan yang di dukung PT. Indofood Sukses Makmur dan Minyak Goreng dari PT. Bonanza. Serta penjualan pakaian pantas pakai oleh ibu ibu yang tergabung dari IWAPI.

Selasa, 31 Juli 2012

PRPP Riwayatmu Kini

Areal pameran terbesar di Jawa Tengah mengalami kejayaan hingga akhir 1997. Itulah lokasi Pekan Raya Promosi dan Pembangunan (PRPP). Tapi kondisi saat ini memprihatinkan, mesti harus mendapatkan perhatian yang lebih baik dan dicari solusi pengelolaannya. Bagi yang pernah datang ke arena pameran ini biasanya diselenggarakan tiap bulan Agustus bisa menjadi nostalgia tersendiri. Namun hingga saat ini masih dipergunakan sebagai ajang pameran tetapi minat pengunjung untuk datang mengalami penurunan.

Jalur Ganda Pekalongan - Semarang

Proyek MP3EI untuk koridor Jawa Tengah salah satunya adalah pembangunan jalur ganda dan fasilitas penunjang prasarana lalu lintas Pekalongan - Semarang panjang 87,9 Km sedang dalam pengerjaan. Pembangunan fisik ini melalui APBNP tahun 2011. Lokasi pengerjaan saat ini telah sampai di area perlintasan bandara Ahmad Yani Semarang.

Selasa, 17 Juli 2012

Pameran Produk Unggulan JATENG

Pameran produk unggulan yang digelar oleh Bappeda Jateng melaui FPESD 11-15 Juli 2012 lalu di ikuti 35 FEDEP se Jawa Tengah. Hampir sebagian besar peserta menampilkan produk batik. Bersamaan dengan datangnya liburan sekolah, tamu pengunjung pameran cukup banyak dan sebagian besar pengunjung merogoh kocek untuk membeli batik. Karena disini pengunjung dapat memilih aneka macam batik, sehingga pengunjung lebih leluasa dan banyak pilihan. Pada kesempatan yang sama banyak pengunjung bertanya apa itu kepanjangan FEDEP. Pertanyaan ini sering ditanyakan pada stan konsultasi bisnis yang membantu pengunjung untuk menunjukkan potensi dan produk dari mana barang tersebut dibuat.

Senin, 18 Juni 2012

Daya Tarik Wisata Melalui Dugderan


Kegiatan rutin atau budaya masyarakat Semarang menjelang datangnya bulan Ramadhan dengan adanya prosesi dugderan apakah dapat menjadi agenda rutin dan dapat menjadi daya tarik wisatawan dari luar Jawa Tengah?. Ini yang menjadi pemikiran bersama terkait pencanangan program Visit Jateng 2013. Perihal promosi wisata , siapa saja berhak menjual potensinya untuk mendatangkan wisatawan agar berkunjung ke wilayahnya. Jawa Tengah dan Semarang khususnya ternyata menjadi incaran promosi dari wilayah lain. Seperti contoh Jakarta great sale, promosinya di tempat tempat pemasangan iklan di sudut sudut kota nampak terpasang disana. Juga dari Negara lain seperti Malaysia memasang baliho besar potensi wisatanya dan mengajak warga Semarang berkunjung kesana. Inilah persaingan yang terjadi. Dimana pemerintah provinsi mencanangkan program visit Jateng, dilain pihak dijadikan tempat promosi dari wilayah lain. Hal ini menjadi tantangan tersendiri , menurut kajian  terkait efektifitas dalam promosi diketahui bahwa media promosi melalui surat kabar menempati 44,44%, internet 22,22%, televise 18,51%, lainnya seperti radio, pameran dan baliho sebanyak 7,40%. Walaupun diketahui media promosi tertinggi melalui media cetak. Namun bagi pihak yang mempunyai gawe atau penyelenggara lebih menyukai pemasangan baliho dan spanduk spanduk.

Minggu, 27 Mei 2012

Batik Lasem Banyak Diminati

Menginjak hari ketiga pameran Finance & UMKM yang digelar Kadin di Mall Ciputra Simpang Lima Semarang, produk batik sangat diminati oleh para pengunjung dan tertarik membelinya. Hal ini diakui Rifai yang membuka stannya dengan produk batik khas Lasem. Corak batik Lasem yang cerah, secara histori batik ini sudah dikerjakan sejak lama oleh pendatang dari China ketika mendarat di Lasem sehingga warna maupun motif menganut dari sana. Selain batik Lasem, dari Pemalang yang mengembangkan batik warna alamnya ternyata cukup laris. Pengunjung yang datang ke stand selalu menanyakan untuk membeli batik warna alam. Konsumen sudah mulai tertarik pada batik yang proses pewarnaannya menggunakan warna alam yang tersedia banyak di Indonesia.

Jumat, 25 Mei 2012

Pertanian Organik Sukoharjo

Desa Grogol Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo giat melaksanakan pembangunan desa melalui berbagai program. Ada 16 potensi unggulan warga yang dapat dikembangkan untuk memakmurkan warga desa. Salah satunya adalah agrobisnis melalui usaha pertanian terpadu secara organik. Demikian yang disampaikan Supriyadi selaku Kades desa Grogol. Desa ini telah merapkan pertanian terpadu antara peternakan dan pertanian yaitu pemanfaatan kotoran ternak dijadikan pupuk untuk tanaman padi dan air seni ternak diolah menjadi pestisida alami.

Rabu, 09 Mei 2012

Semarang Menuju Kota MICE

Hasil penelitian mengenai daya tarik kota Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah bila perencanaan dan tata kota dilakukan secara konsisten. Maka yang menyebutkan daya tarik budaya sebanyak 36%, religi sebanyak 28%, pantai 20%, alam 12%, lainnya seperti tempat hiburan 4%. Tempat yang lebih banyak dikunjungi adalah wisata religi, budaya, pantai dan alam, lainnya seperti awang Sewu, Kota Lama, Sam Po Kong atau sejarah serta tempat makam. Dalam sektor bisnis terkait kegiatan MICE kegiatan dalam bentuk festival sebesar 40%, pameran 30%, pagelaran 13,3%, budaya 13,3 %, road show 3,34 %. Tempat pelaksanaan terbanyak di tempat terbuka 52,63 %, mall 31,58 % dan hotel 10,52 %. Jejaring di Kota Semarang di dominasi swasta 29,41 %. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan atau event yang diselenggarakan melibatkan pihak swasta. Situasi pasar berkaitan dengan produk, tempat, harga, promosi dan lainnya. Yang menekankan harga sebesar 22,22 %, produk 22,22 %, promosi sebesar 22,22%, sedangkan tempat 16,66 %. Hal tersebut menunjukkan wisatawan melihat hasil karya dimana mereka berwisata, selanjutnya melihat berapa harganya serta bagaimana promosinya.

Minggu, 01 April 2012

Butuh Database Inovasi

Kementrian Riset Dan Teknologi tahun ini merencanakan menyusun data base inovasi. Guna keperluan tersebut  Kadin Jateng diajak dalam penjajagan kegiatan penyusunan tersebut. Kepala bidang data dan informasi Iptek Ir. Jajang Hasyim yang hadir di kantor Kadin beberapa waktu lalu menyampaikan maksud penjajagan kerjasama penyusunan data base inovasi di daerah. Delegasi diterima oleh Komite Tetap Pengembangan Teknologi Tepat Guna Yosi Yunardo. Sudah waktunya ada database inovasi di masing masing daerah yang telah diterapkan oleh industri. Bila mana ada data tersebut, masyarakat di luar daerah tersebut dapat memanfaatkan inovasi dan teknologi yang telah ditemukan untuk diterapkan di wilayahnya sesuai kondisi daerah tersebut. Langkah yang mendesak dilakukan adalah menyiapkan kuisenair yang akan diolah oleh Ristek sedang Kadin akan mendistribusikan ke dunia usaha yang tergabung dalam Kadin.

Jumat, 30 Maret 2012

Business Visit Dari Swiss

Melalui KBRI Bern Swiss, mengabarkan bahwa beberapa investor dari Swiss tertarik melakukan investasi di Jawa tengah. Salah satu investor yang tertarik adalah Swiss Asset Manager Ltd. Investor ini tertarik pada sektor pertambangan non minyak dan gas. Investasi tersebut bisa dilakukan trading maupun joint venture. Disamping itu juga ditawarkan pula pengelolaan sampah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Kamis, 29 Maret 2012

Orang Jepang Tidak Paham Batik

Ternyata kebanyakan usia remaja di Jepang tidak paham batik. Mereka melihat batik itu sesuatu yang aneh menurutnya. Hal ini disampaikan ketika rombongan pelatiahan AOTS saat berkunjung ke Tokyo University dengan menggelar produk kerajinan dan batik nusantara. Gelar produk ini memang untuk mengetahui pendapat masyarakat Jepang kira kira seperti apa yang disukai oleh orang Jepang terutama pada kerajinan dan kain batik. Karena dipengaruhi oleh iklim dengan empat musimnya, pandangan mereka lebih cenderung pada corak atau warna yang cerah. Sementara batik yang selama ini dihasilkan coraknya cenderung warna gelap seperti coklat dan hitam. Sedangkan untuk kerajinan atau craft mereka lebih memilih yang ada manfaatnya. Apakah dapat digunakan sebagi tempat lilin, menyimpan barang barang kecil. Seperti kerajinan boneka kecil agak sulit masuk Jepang. Kalau semacam tas masih bisa. Menjual barang ke Jepang tidak bisa langsung dan harus mencari grosir / pemasok dulu. 


Saudi Tawarkan Pameran

Hubungan perdagangan Indonesia dengan Arab Saudi meningkat 24,03%. Tahun 2010 nilai ekspor USD 5,52 milyar dan tahun 2011 menjadi USD 6,85 milyar. Dalam hal tersebut KBRI Riyadh mendukung kegiatan misi dagang antara pengusaha Jateng dengan Arab Saudi. Sebagai media pertemuan antara seller dan buyer besok pada tanggal 29 Mei - 1 Juni 2012 akan diselenggarakan pameran Riyadh InternasionalExhibition yang akan menampilkan berbagai macam produk. Bagi yang ingin mengetahui dan ikut serta dalam pameran tersebut dapat menghubungi:
ALAGAT INTERNATIONAL EXHIBITION & CONFERENCE
Tel : 966146 212 75-14602893 mobile: 966568419974
CP : Mr. Mahmud Ismail
Email : mouafi@alagat.com.sa

Selasa, 27 Maret 2012

PLTU BATANG SEGERA REALISASI

Pembangkit listrik tenaga uap di Kabupaten Batang tepatnya di Desa Karanggeneng bakal terwujud. Pembangkit listrik ini akan dibangun oleh konsorsium PT. Bhimasena Power Indonesia. Pembangkit ini berkapasitas 2 x 1000 megawatt dengan nilai investasi lebih dari 40 Trilyun. Dalam kesempatan ini pihak konsorsium telah mengadakan sosialisasi kepada masyarakat serta dampak lingkungan yang akan terjadi. Pembangkit ini akan memperhatikan pengelolaan lingkungan yang sehat dan bersih demikian yang disampaikan jajaran manajemen Perusahaan Rabu 28 Maret 2012 di kantor Gubernur Jateng. Pada kesempatan itu Ketua Kadin Jateng mengajak dunia usaha di daerah dapat ikut serta berperan dalam pembangunan proyek PLTU tersebut melalui pekerjaan konstruksi dan jasa lain. Tawaran tersebut dilakukan penandatangan MOU antar PT. Bhimasena Power Indonesia dengan Kadin Jateng untuk membangun kecukupan energi yang akhirnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan usaha di Jawa tengah.

Rabu, 21 Maret 2012

Penjajagan Data Base Inovasi

Pemanfaatan teknologi oleh dunia usaha merupakan kebutuhan. Baik penggunaan teknologi tinggi maupun pemanfaatan teknologi tepat guna. Pemanfaatan inovasi dan teknologi ini perlu mendapatkan penanganan baik dari sistem data base hingga penerapan yang telah dilaksanan di masyarakat. Inisiatif dari Kementrian Riset dan Teknologi untuk melaksanakan penjajagan sejauh mana pemanfaatan inovasi dan teknologi di Daerah telah disampaikan oleh Kepala bidang data dan Informasi Iptek, Jajang Hasyim di kantor Kadin Rabu 21 Maret 2012 lalu. Dari pertemuan tersebut dimungkinkan sinergisitas antara pusat dan daerah perihal pemanfaatan teknologi dan inovasi. Pengelolaan data memang hampir disetiap lembaga berbeda beda sesuai dari kebutuhan masing masing pihak. Kunjungan delegasi Kemenristek tersebut diterima oleh Komite Tetap Pengembangan Teknologi Tepat Guna Kadin Yosi Yunardo. Langkah yang mendesak dilakukan adalah menyusun kuisenair industri.

Senin, 19 Maret 2012

Penduduk Miskin Jateng Naik

Penduduk miskin Jawa Tengah akhir tahun 2011 naik bila dibandingkan pertengahan tahun yang sama. Angka kemiskinan pada posisi 16,21% dan angka IPM 72,49%. Angka kemiskinan di Jateng walau meningkat namun angka IPM nya meningkat. Dengan hal tersebut berarti walau kemiskinan di Jateng bertambah namun angka pengembangan manusianya cukup tinggi. Hal ini perlu ditelusuri lebih lanjut. Karena untuk meminimalkan kemiskinan perlu treatment khusus agar tepat sasaran. Demikian tema forum SKPD membahas penanggulangan kemiskinan. Walau saat ini telah dibentuk Tim Penanggulangan Kemiskinan, namun belum optimal. Hal ini disebabkan diantaranya sasaran penanggulangan kemiskinan di masing masing daerah berbeda. Terkait data kemiskinan, masih ada kendala dalam akses data warga miskin. Harapan untuk mengetahui data orang miskin mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan hingga Desa belum bisa diperoleh. Sehingga perlu pendataan secara intregrasi agar data tersebut dapat di akses oleh semua pihak. Data kemiskinan yang dimiliki Dinas Kesehatan melalui Jamkesnas akan berbeda dengan data yang dimiliki Dinas Sosial dalam penyaluran BLT. Sehingga ketepatan data mendatang perlu adanya sinkronisasi antar pemangku kepentingan.

Jumat, 16 Maret 2012

Bunga Kredit Ideal Kisaran 4 - 5 Persen

Bila produk usaha kecil mau bersaing dengan produk dari luar karena konsekuensi globalisasi, bunga kredit perbankan idealnya pada kisaran 4-5%. Demikian salah satu hasil diskusi antara Asosiasi di Jateng dengan Panja suku bunga Komisi XI DPR baru baru ini di Semarang. Mengingat posisi Indonesia saat ini di kalangan ASEAN suku bunga masih tinggi kisaran 11 - 13% bila dibandingkan seperti Philipina, Singapura, Malaysia. Namun masih unggul bila dibanding Laos dan Vietnam. Dalam praktek terjadi diskriminasi pengenaan suku bunga tehadap usaha korporasi, usaha menengah dan usaha kecil terjadi perbedaan pengenaan suku bunga. Alasan biaya operasional perbankan yang cukup tinggi sudah tidak relevan lagi sebagai alasan pengenaan suku bunga yang tinggi tersebut. Lemahnya peran BI saat ini dalam pengawasan perbankan bisa dikatakan menjadi salah satu penyebab. Sebagai contoh suku bunga BI sudah diturunkan tidak serta merta perbankan mengikuti turun. Bahkan sebaliknya bila BI menaikkan suku bunga, maka cepat cepat perbankan ikut naik. Dari penyerapan aspirasi oleh Panja suku bunga DPR ini dengan asosiasi asosiasi di Jateng diperoleh informasi bahwa DPR telah mendorong suku bunga bisa pada kisaran 5-7% namun hal ini tidak serta merta didukung oleh Menteri Keuangan dan Kementrian BUMN. Inilah pangkal persoalannya, namun optimisme pengembangan usaha kecil menengah akan terus diupayakan.

Kamis, 15 Maret 2012

FGD Pengembangan Batik

Focus group discusion Batik yang digagas Disperindag menghasilkan kesepakatan diantaranya memang perlu adanya kompetensi terhadap pembuatan batik. Jika dianggap barang seni memang akan susah membuat suatu ketentuan kompetensi atau tidaknya bagi individu atau orang yang membuat batik tersebut. Karena batik sudah sejak dahulu ada. Dikhawatirkan oleh peserta jika kompetensi pembatikan ini nantinya menjadi beban biaya lagi. Peserta sebagian besar setuju batik perlu dipertahankan dan disiapkan infrastruktur pengembangan dan litbangnya. Agar batik yang telah menjadi warisan budaya bisa diselamatkan dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Hadir dalam FGD tersebut dari IKM batik Solo, Pekalongan, Kudus, Pati dan Semarang.

Selasa, 13 Maret 2012

Desa Ngroto Butuh Pendampingan

Desa Ngroto merupakan wilayah yang terletak di Kecamatan Cepu Blora. Memiliki luas wilayah 137,200 Ha yang didominasi pertanian dengan areal sawah tadah hujan. Saat ini melalui sentuhan PNPM Mandiri Perkotaan , Desa Ngroto telah menjadi pusat pengembangan Usaha Kecil Menengah dengan tiga komoditas yaitu; eggroll waloh, kerajinan limbah kayu dan kerajinan limbah sampah. Dari hasil pendampingan ini masih dirasakan kendala dalam pemasaran hasil produk. Sehingga membutuhkan uluran kerjasama dengan berbagai pihak. Salah satunya networking yang dapat dijalin adalah dengan Pusat Pengembangan UMKM. Harapan terjalinya networking ini dapat membantu perajin desa Nroto agar produk yang dihasilkan terjamin mutu dan standarisasinya diterima sesuai persyaratan pangan.

Minggu, 11 Maret 2012

Workshop Ekspor UKM Jateng

Usaha Kecil dan Menengah Jawa Tengah perlu menyiapkan diri dalam memasuki pasar luar negeri. Demikian ungkap Piett Berkemeyer dari GIZ selaku nara sumber pada acara workshop Ekspor dan Pembiayaan Ekspor yang diselenggarakan Kadin-Bank Jateng-GIZ-JCL Logistik. UKM berbasis ekspor perlu mendapat dukungan serta pendampingan dalam hal kualitas menuju standar global.Pada kegiatan ini Bank Jateng menawarkan fasilitas pembiayaan bagi UKM ekspor, sedangkan Kadin melalui Trade Information Center menawarkan membantu networking pasar dengan kadin manca negara. Sedangkan JCL Logistik siap membantu dalam hal pengiriman barang ke negara tujuan ekspor.

Kamis, 01 Maret 2012

Pameran Grafika

Pameran produk mesin mesin grafika digelar di Semarang mulai 1 hingga 4 Maret 2012 di PRPP Puri Anjasmoro Semarang. Pameran dibuka oleh Gubernur Jateng Bibit Waluyo. Dalam sambutannya gubernur menyampaikan terima kasih pameran berskala nasional ini di gelar di Semarang khususnya di lokasi PRPP yang  seharusnya tempat ini dibangun lebih baik lagi untuk event event berskala besar. Diharapkan juga Jawa tengah bisa menjadi barometer industri percetakan dan memalui industri ini dapat menyerap tenaga kerja sehingga dapat meminimalkan angka kemiskinan. Pameran akan dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00. Berbagai ragam produk mesin pendukung industri grafika dari berbagai negara digelar dalam pameran ini oleh asosiasi grafika PPGI Jawa tengah.

Minggu, 26 Februari 2012

Pelatihan Manajemen Retail

Dalam usaha retail baik itu perseorangan maupun badan usaha, perlu adanya pembenahan pembenahan menurut kebutuhan dan skala usaha tersebut. Kebutuhan menaikkan omzet dan keuntungan usaha, peningkatan efektivitas dan efisiensi usaha merupakan hal yang mendapatkan perhatian dalam usaha retail. Latar belakang tersebut Kadin akan menyelenggarakan pelatihan manajemen retail bagi warung, kois, toko, mini market. Pelatihan akan dilaksanakan besok pada Rabu-Kamis 28-29 Maret 2012 jam 09.00 - 15.00. Biaya mengikuti pelatihan ini selama dua hari Rp 300.000,- Bagi yang berminat dapat langsung mendaftar atau hubungi Sekretariat Kadin Jawa Tengah Jl. Imam Bonjol 160 Semarang Telpon 024-3561464 atau email : info@kadinjateng.com

Penjaminan Kredit UKM Melalui PPKD


Sudah saatnya Indonesia mempunyai Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah ( PPKD ) demikian ungkap Kenichi Tamagaki dari JICA pada saat sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan No 99/PMK.010/2011 tentang Penjaminan Kredit dan Perusahaan Penjaminan Ulang Kredit di hotel Quest Semarang. Dalam acara tersebut dipaparkan pengalaman Jawa Timur membentuk PPKD dengan nama Jamkrida Jawa Timur. Kendala yang dihadapi UKM untuk bisa akses kredit ke perbankan karena tidak punya agunan atau agunan yang dimiliki UKM kurang. Sosialisasi tersebut dihadiri pula oleh Hadi Santoso dari komisi III DPRD Jateng. Pembentukan PPKD di Jawa Tengah sudah selayaknya segera dibuat mengingat lebih dari 6,2 juta UMKM di Jawa Tengah yang belum bankable namun mempunyai kelayakan usaha yang layak perlu mendapatkan uluran. PPKD sesuai Permen tersebut dapat meningkatkan jumlah UKM yang dijamin. Sehingga lebih meluas kepada masyarakat di daerah yang mempunyai usaha mikro kecil. dengan demikian dampak sosial ekonominya untuk pemberdayaan ekonomi rakyat dan penciptaan lapangan kerja yang meluas di daerah.

Senin, 20 Februari 2012

Curah Pendapat Klaster


Sering mutasinya pejabat dilingkungan SKPD berdampak pada penyesuaian kembali visi dan misi pengembangan ekonomi wilayah melalui pendekatan klaster. Demikian ungkap Nur Isdarmawan dalam acara Curah Pendapat Klaster di Kantor Bappeda Senin 20 Februari 2012. Disampaikan pula pengalaman di daerahnya bahwa keaktifan anggota klaster sangat mempengaruhi pula kinerja pengembangan ekonomi lokal melalui klaster. Disampaikan pula pembahas dari UKSW Prof Supramono apakah pendekatan klaster tersebut dapat menjadi hal yang ampuh dalam pengembangan ekonomi lokal. Penyakit klaster yang telah diketahui adalah adanya persaingan usaha dalam klaster itu sendiri. Dari pertemuan yang berjalan selama 5 jam tersebut menghasilkan kesepakatan antara lain:
  1. Klaster masih dipercaya sebagai pendekatan dan semua stake holders komitmen.
  2. Pemilihan klaster harus berbasis produk unggulan sebagai lokomotif pembangunan daerah.
  3. Perlu road map dan panduan pengembangan klaster yang dipakai acuan sesuai kondisi daerah.
  4. Perlu pengutan kelembagaab pada level penentu kebijakan, pelaksanaan usaha seperti Forum Rembug Klaster dan lembaga pendamping Fedep dan BDS.
  5. Perlu kegiatan monitoring dan evaluasi.

Senin, 16 Januari 2012

Produk Unggulan Daerah Perdesaan Jateng


Pemprov Jawa Tengah telah menetapkan pengembangan produk unggulan daerah perdesaan melalui pendekatan One Village One Product ( OVOP ) diutamakan berbasis koperasi. Pengembangan komoditas unggulan daerah ini dimaksudkan mewujudkan pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis agrobisnis, pertanian, UMKM dan industri padat karya. Berikut daftar wilayah serta produk unggulan daerah perdesaan melalui pendekatan OVOP:
  1. Kota Semarang, Batik dan Bandeng.
  2. Kab. Semarang, Agrobisnis bunga krisan dan agrowisata perikanan kampung rawa.
  3. Kota Salatiga, Konveksi dan makanan khas.
  4. Kab. Kendal, Jambu getas merah dan bandeng cabut duri.
  5. Kab. Demak, Tempe dan pengasapan ikan.
  6. Kab Grobogan, Makanan dan minuman khas.
  7. Kota Pekalongan, Batik dan Canting.
  8. Kab. Pekalongan, Tenun akar wangi dan aneka produk pengolahan ikan.
  9. Kab Batang, emping mlinjo dan minyak atsiri
  10. Kab Pemalang, Minyak atsiri, tenun ATBM sarung goyor
  11. Kota Tegal, Batik tulis dan budidaya itik.
  12. Kab Tegal, Batik tulis dan makanan khas.
  13. Kab Brebes, Rumput laut dan telur asin
  14. Kab Pati, Tepung tapioka dan jeruk pamelo
  15. Kab Kudus, Konveksi dan bordir dan industri tahu tempe.
  16. Kab Jepara, Tenun Troso dan kerajianan relief.
  17. Kab. Rembang, Batik dan genteng, batu bata merah.
  18. Kab Blora, Souvenir ukir antik kayu limbah dan batik.
  19. Kab Banyumas, Gula kelapa dan ikan gurame
  20. Kab Cilacap Pengolahan kelapa dan gula kelapa.
  21. Kab Purbalingga, knalpot dan sapu glagah
  22. Kab Banjarnegara, Keramik dan salak.
  23. Kota Magelang, Tahu dan konveksi jahit.
  24. Kab Magelang, Slondok, puyur dan salak.
  25. Kab Purworejo, produk gula kelapa dan produk bambu.
  26. Kab Temanggung, Kopi dan makanan ringan
  27. Kab Wonosobo, minuman carica dan produk herbal purwaceng.
  28. Kab Kebumen, Pengolahan kelapa, tas dan pandan.
  29. Kota Surakarta, Batik dan kertas limbah koran
  30. Kab Klaten, ikan nila dan lenun lurik
  31. Kab Boyolali, Kerajinan tembaga dan abon lele.
  32. Kab Karanganyar, Beras organik dan ikan air tawar
  33. Kab Sukoharjo, Makanan olahan karak dan kulit
  34. Kab Wonogiri, Batik wonogiren dan patung loroblonyo.
  35. Kab Sragen, Sarung goyor dan pertanian organik.

Kamis, 12 Januari 2012

Penggunaan Energi Banyak Yang Terbuang


Dalam seminar "Menyongsong Prospek Bisnis Tahun 2012" yang digagas Bank Jateng - Kadin Jateng 12 Januari 2012 lalu di Grand Candi Semarang dibahas juga masalah penggunaan energi. Disampaikan oleh Iwan Setiawan Loekminto dari PT. Sritex bahwa penggunaan energi itu mahal tapi banyak yang terbuang. Hal ini disebabkan diantaranya pola hidup untuk energi masih minim. Untuk itu langkah yang dapat diawali adalah dimulai dari pendidikan sejak dini. Energi semakin lama akan semakin mahal di ikuti pula jumlah penduduk yang semakin bertambah. Menggunakan energi secara efisien berdampak langsung pada pengurangan biaya yang dikeluarkan oleh pengguna energi. Industri barang dan jasa menjadi lebih produktif dan kompetitif jika pemakaian energi dapat ditekan. Pada sektor rumah tangga, penghematan energi juga mengurangi biaya pemakaian listrik suatu rumah tangga. Dengan pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk yang pesat. Perlu diupayakan untuk mengelola dan menggunakan energi secara efektif dan se efisien mungkin. Terdapat empat sektor utama pengguna energi yaitu rumah tangga, komersial, industri dan transportasi.

Kamis, 05 Januari 2012

UKM Makanan Salatiga Keluhkan Pembayaran Tempo

Pembayaran secara tempo yang diberlakukan oleh supermarket di Jateng merupakan tantangan tersendiri bagi pelaku usaha skala UMKM sektor makanan dan oleh oleh khas Salatiga. Saat ini supermarket memberlakukan pembayaran H plus 30 hari. Sehingga dibutuhkan modal yang cukup kuat alias dobel. Dari sisi kualitas produk UMKM makanan Salatiga sudah memenuhi standar kualitas baik produk dan kemasannya. Sehingga dengan dapat diterimanya oleh super market berarti telah terjaga kualitas dan kontinyuitas dalam mensuplai barang.

Minggu, 01 Januari 2012

Menyongsong Visit Jawa Tengah 2013


Guna mempromosikan potensi budaya dan pariwisata Jawa Tengah ke level nasional dan internasional Pemprov Jawa Tengah menggelar event Visit Jawa Tengah 2013. Salah satu tujuan event ini adalah meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah. Sehingga dapat diambil manfaat yaitu mendorong pertumbuhan sektor riil dan dampak ganda terkait budaya dan pariwisata. Persiapan yang telah dilakukan diantaranya konsolidasi di tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional. Di level Kabupaten telah dibentuk gugus tugas dan dilakukan pemetaan potensi unggulan budaya dan wisata. Di level provinsi dilaksanakan penyusunan logo, maskot, penyusunan kalender event, pemetaan destinasi unggulan dan daya tarik wisata Jawa tengah. Dilevel nasional disinkronkan dengan penyusunan pola perjalanan dengan dana APBN. Kegiatan pendukung visit Jateng adalah lomba arung jeram nasional, gantole, festival desa wisata, festival kuliner, festival permainan rakyat, parade seni budaya jawa tengah, pekan seni pelajar, festival musik tradisional daerah, festival dalang, festival dokumenter, pameran kesejarahan, temu taman budaya indonesia, festival layang layang, sail indonesia.