original styles
Vasque Shoes

Jumat, 24 Juli 2009

Material Komposit Berbasis Enceng Gondok


Penerapan teknologi material komposit untuk pembuatan panel non struktural ramah lingkungan berbasis limbah enceng gondok dikembangkan oleh Kelompok Usaha Bersama Barokah semarang. Kelompok ini mengembangkan penggunaan serat enceng gondok sebagai salah satu bahan membuat natural fibre dalam pembuatan komposit. Sebagai produk yang dapat dibuat dari bahan ini adalah tempat sampah, penutup meteran PDAM dan penutup ban serep pada mobil Honda CRV.

Jumat, 10 Juli 2009

Workshop Penyusunan Modul Pelatihan Klaster

Solo, 22-23 Juni workshop penyusunan modul pelatihan bidang industri, pertanian dan pariwisata diselenggarakan di hotel Dana Solo. Ketiga modul pelatihan tersebut akan diaplikasikan pada klaster tembaga di Tumang Boyolali dan klaster knalpot Purbalingga. Sedang klaster pertanian untuk petani agro diwilayah kabupaten Semarang. Sedangkan klaster pariwisata untuk pemilik homestay di kawasan desa wisata sekitar candi Borobudur.

Kamis, 14 Mei 2009

Biogas Isi Ulang


Kabupaten Batang sebelah utara banyak industri tahu, tempe, kecap dan pengolahan ikan, pembuatan tepung tapioka berbahan baku singkong. Pengolahan industri ini berpotensi pencemaran lingkungan. Sri Hadiyanto seorang pensiunan PNS di Kabupaten Batang ini menangkap peluang bahwa limbah tersebut dapat diolah menjadi biogas yang dapt dijadikan bahan bakar dapur, sedang sisa airnya akan bebas dari zat berbahaya dan layak dibuang di saluran umum. Pak Sri Hadiyanto membuat inovasi gas yang diperoleh dari limbah tahu ini dapat ditampung dan dipindah ke tabung gas elpiji kapasitas 12 Kg dengan bantuan kompresor serta katup yang telah dimodifikasi.

Rabu, 13 Mei 2009

Ekstraktor Khitin Dan Khitosan


Udang dan rajungan merupakan hasil perikanan utama Indonesia. Salah satu alternatif pengolahan limbah udang dan rajungan adalah mengolahnya menjadi Khitin dan Chitosan. Dengan mengolah limbah kulit rajungan ini menjadi khitosan akan meningkatkan nilai produk sekaligus mengatasi limbah yang ada. Hasil olahan Khitin dan Khitosan ini di pergunakan kalangan farmasi yang salah satu manfaatnya dapat memutihkan kulit. Proses pengolahan yang umum diterapkan dimasyarakat adalah dengan metode peredaman biasa. Proses tersebut membutuhkan waktu 3 x 24 jam. Sedangkan pengolahan dengan alat yang ditemukan Muhammad Agus dari Fakultas Perikanan UNIKAL Pekalongan. Kapasitas maksimal yang dihasilkan alat ini adalah 10 Kg kulit rajungan kering setara 70 Kg kulit rajungan basah.

Kompor BIOMAS


Ahmad Sucipto pemilik CV. Difaa Karya Brebes adalah penemu kompor dengan energi alternatif untuk rakyat kecil. Kompor ini diberi nama Kompor Biomas berbahan bakar serbuk nabati sekam, jerami padi, serbuk kayu. Teknologi sederhana kompor BIOMAS dapat menghasilkan api yang bagus, asap minimal dengan penyalaan selama 1,48 s/d 2 jam hanya membutuhkan bahan bakar nabati kurang lebih 1,2 Kg serta bara api dengan penghangat dapat bermanfaat kurang lebih 4 s/d 5 jam. Dengan keunggulan bahan bakar nabati yang dipergunakan kepada masyarakat Indonesia akan dapat mengurangi konsumsi minyak tanah untuk kebutuhan rumah tangga dimasa sekarang dan yang akan datang.

Minggu, 19 April 2009

Pawang Geni


Dalam Krenova Tahun 2009 ini Sri Utomo seorang pembuat alat pemadam kebakaran yang lincah dan dapat dipergunakan di pemukiman yang padat penduduk dan sempit jalannya. Berdasar pengalaman ketika tetangganya mengalami musibah kebakaran yaitu di Kelurahan Sudiroprajan Kecamatan Jebres Solo. Penanggulangan pertama masyarakat saat terjadi musibah kebakaran disalah satu penduduk dilakukan dengan mengambil air melalui ember ember. Sehingga kurang cepat dalam mengantisipasi api sebelum mobil pemadam yang berkapasitas besar datang.
Alat pemadam api portable ini diberi nama Pawang Geni dengan spesifikasi teknik menggunakan drum kapasitas 200 liter dilengkapi dengan pompa air ganda serta modifikasi memanfaatkan selang pemadam serta untuk mobilitas menggunakan trolly. Meski pembuatannya sangat sederhana namun Pawang Geni ini dapat menjadikan alternative alat pemadam kebakaran di pemukiman padat penduduk. Harapan penemu alat ini di tiap tiap Kelurahan minimal di Solo bisa tersedia. Untuk mewujudkan impiannya ini berharap ada investor untuk membantu pembuatan ini. Pawang Geni ini seharga 8 juta per unitnya.

Kamis, 16 April 2009

KIT CALISTUNG

Arief Suharsoyo, seorang PNS pemda Kab. Kendal yang bertugas di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga tergerak menciptakan alat penunjang belajar bagi anak siswa kelas 1 sekolah dasar. Alat peraga tersebut diberinama KIT CALISTUNG (peraga membaca, menulis dan menghitung). Alat peraga ini dibuat dari sisa sisa kayu di daerah sekitarnya yang dimanfaatkan dalam pembuatan alat peraga ini. Juga peragaan punokawan untuk melatih anak anak dalam memahami cerita yang disampaikan oleh guru. Menyadari sulitnya pembelajaran baca tulis hitung di kelas 1 dengan alat peraga alternatif ini bisa di tiru di sekolah sekolah yang jauh dari perkotaan.