original styles
Vasque Shoes

Selasa, 02 Maret 2010

Profil Jawa Tengah

Jawa tengah secara administrative terbagi menjadi 26 Kabupaten dan 6 Kotamadia. Jumlah penduduk pada tahun 2007 sebesar 32.380.279 jiwa atau sekitar 14% dari jumlah penduduk Indonesia. Jumlah penduduk perempuan lebih besar (16.316.157 jiwa) dibandingkan dengan jumlah penduduk laki laki (16.064.122 jiwa). Secara rata rata kepadatan penduduk Jawa Tengah tercatat sebesar 995 jiwa setiap kilometer persegi.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada tahun 2007 sebesar 5,46%. Menurut data PDRB pada tahun 2007, sector industri pengolahan memberikan kontribusi paling tinggi terhadap kondisi perekonomian dibandingkan dengan sector lainnya yaitu sebesar 31,97% di ikuti sector perdagangan, hotel, restaurant sebesar 21,30%. Kemudian sector pertanian sebesar 20,03%. Rata rata pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah selama tahun 2005 – 2007 menunjukkan pertumbuhan positif di semua sector. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sector pertambangan dan galian yaitu sebesar 10,72%.

UMKM sector pertanian di Jawa Tengah terdiri dari sector tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan. Masing masing UMKM di sector pertanian ini mampu menghasilkan produknya ; sector tanaman pangan mampu menghasilkan 4.141.029,59 ton, sector perkebunan mampu menghasilkan 809.866,16 ton, sector peternakan mampu menghasilkan 126.666.600 ekor dan sector perikanan mampu menghasilkan 223.754,24 ton. Diluar sector pertanian Jawa Tengah terdapat 2.347.982 unit usaha berskala UMKM. Berdasarkan sector usahanya jumlah UMKM tersebut tersebar pada sector industri sebanyak 870.618 unit usaha (37,08%) di ikuti sector perdagangan sebanyak 711.763 unit usaha (30,31%), sector jasa sebanyak 534.435 unit usaha (22,76%), sector angkutan sebanyak 228.668 unit usaha (9,74%) dan sector pariwisata sebanyak 2.468 unit usaha (0,11%).

Selasa, 02 Februari 2010

Profil UKM Jawa Tengah

Jawa Tengah dalam program pengembangan UMKM dikelompokkan menjadi klaster klaster. Klaster yang telah terbentuk dikategorikan klaster industri, klaster pariwisata dan klaster pertanian.
Klaster Industri dibagi lagi menjadi klaster Mebel dan Handicraft, Logam, Tekstil, Keramik.
Klaster Mebel dan Handicraft di Blora, berada di kecamatan Jiken, Jepon, Cepu, Tunjungan dan Ngawen dengan jumlah perajin 259 unit. Mebel di Sukoharjo berada di desa Bulakan, Kecamatan Sukoharjo.

Senin, 25 Januari 2010

Pelatihan TTPP


PPUMKM, tanggal 21 Januari 2010 bertempat di ruang pertemuan Kadin telah dilaksanakan pelatihan penggunaan situs TTPP (Trade Tie up Promoton Program) yaitu situs temu usaha internasional yang digagas oleh JETRO. Peserta adalah dari Kadin daerah dan Asosiasi serta UKM yang menginginkan produknya bisa masuk pasar Jepang. Pelatihan selama sehari ini dipandu oleh Hendik dari JETRO dalam memanfatkan dan membuka situs jetro.go.jp/ttpp/. Peserta dilatih melalui praktek membuka situs yang jaringan internet telah disediakan dari Kadin Jateng. Disamping itu juga narasumber dari Kadin Indonesia Barliana memperkenalkan program Kadin Business Support Desk yaitu pelayanan Kadin dalam pengembangan perdagangan dan investasi..

Selasa, 29 Desember 2009

Pariwisata Borobudur


Para pelaku UKM sektor pariwisata Borobudur Kamis, 26 Desember 2009 lalu mengadakan evaluasi pelatihan bagi kelompok homestay, batik kayu dan bordir. Evaluasi atau progres kegiatan yang telah dilakukan PP-UMKM sebelumnya untuk ketiga bidang ini. Dari hasil pelatihan untuk kelompok usaha homestay dan batik kayu telah terlihat peningkatan kualitas. Kegiatan pelatihan sentuhan teknologi penataan homestay serta teknologi pewarnaan bagi perajin souvenir batik kayu ini atas dukungan Kementrian Perekonomian dengan BPPT nelalui program insentif PI-UMKM. Kegiatan ini dilakukan untuk inventarisasi kekurangan dan kemajuan yang telah dicapai serta harapan kedepan keterlibatan stakeholder pariwisata lebih baik lagi khususnya di kawasan wisata Candi Borobudur. Evaluasi ini dihadiri para peserta pelatihan, para kepala desa peserta pelatihan, dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan Perdagangan serta forum FEDEP Magelang.

Minggu, 13 Desember 2009

PP-UMKM IKUTI PROGRAM OVOP

Program One Village One Product yang diusung JETRO ke Indonesia, salah satunya Jawa Tengah ikut program didalamnya. Program ini dikoordinir PPUMKM dengan peserta dari Kadin Solo, Kadin Jepara, CEFED, Kadin Pekalongan. Kegiatan OVOP ini merupakan pendampingan teknis, konsultasi dan capacity building agar UMKM lebih berdaya saing dan dapat memasuki pasar Jepang. Pendampingan lebih fokus kepada desain produk dan pemasaran. Peserta UMKM yang menjalani program ini difasilitasi mengikuti pameran INACRAFT 2010 dan menempati ruang pamer produk unggulan Jawa Tengah di OSAKA melalui ITPC (Indonesia Trade Promotion Center). Koordinator program Yuri Sato mengatakan kegiatan OVOP ini selama tiga tahun, tahun pertama berlangsung di tahun 2009 ini telah di manfaatkan dengan baik oleh UKM di Jawa Tengah. Sedangkan tahun 2010 dan 2011 dilaksanakan di propivinsi yang lain.

Selasa, 08 Desember 2009

Budidaya Jamur Tiram


Berlatar belakang prihatinya Pemda Kab. Jepara terhadap para pemuda di kampung kampung yang semestinya mempunyai potensi, ternyata belum tersentuh dalam kebijakan pembangunannya. Namun disini PP-UMKM Kadin Jateng bersama Kadin Kab. Jepara yang mempunyai wilayah mencoba berbagi peran dan membantu dalam menangani permasalahan pembangunan ekonomi. Pelatihan kewirausahaan yang telah dilaksanakan ternyata disambut antusias para peserta. Diantaranya telah mencoba mempraktekkan ide bisnisnya, sehingga kedepan perlu adanya pendampingan kepada mereka agar dapat berkembang dan berdaya saing tinggi. Salah satunya pengembangan sektor agro yaitu budidaya jamur tiram. Ternyata usaha ini mempunyai prospek yang baik untuk menumbuhkembangkan ekonomi masyarakat. Melalui komoditi jamur ini dapat dikembangkan pula jenis jamur lingzhi untuk obat obatan. Peserta yang telah menjalankan usaha ini Edy Fahlish bersama Karsono, dikatakannya setiap panen sudah ada bakul yang ambil dan dijual di pasar Mayong. Harga per kg nya dia jual Rp 11.000,- sedang yang jenis lingzhi per kg nya sampai Rp 200 ribu rupiah. Keinginan memperluas usahanya masih terkendala teknologi kultur jaringan dan pengemasan. Dikatakannya pemasaran cukup baik di tingkat lokal dan laku sekali, namun dia berkeinginan ada teknologi diversivikasi mengolah jamur. Dari hasil eksperimen mengolah menjadi kripsi menjadi angannya. Namun hingga saat ini belum menemukan resepnya walau sudah berkali kali dicobanya.

Minggu, 06 Desember 2009

Start Your Business


Pelatihan untuk menumbuhkembangkan wirausaha baru dengan materi Start Your Business modul dari ILO diaplikasikan diKabupaten Jepara. Pelatihan dikemas dalam TOE (Training Of Entrepreneur) digagas Kadin Jepara suport dari PP-UMKM Kadin Jateng. Pelatihan berlangsung selama 5 hari. Diharapkan selesai pelatihan para peserta memperoleh pendampingan dalam menuangkan ide bisnisnya. Angkatan pertama di ikuti 20 orang 16-20 November dan angkatan 2 dilaksanakan 1-5 Desember 2009. Mari kita tumbuhkan semangat wirausaha.