Senin, 17 Desember 2012
Wirausahawan Informal Mandiri
Usaha skala mikro umumnya merupakan usaha informal yang dikelola oleh wirausahawan informal sekaligus penyangga penyerapan tenaga kerja. Sumbanhan UMKM terhadap PDB kisaran 56,7 persen, hampir separoh ekonomi nasional disumbang oleh 0,1 persen usaha besar. Pemerintah pusat dan daerah harus lebih intens mengatasi masalah sektor informal, karena sektor informal harus dijadikan wirausahawan mandiri informal untuk ditransformasikan menjadi formal. Dari sisi birokrasi harus ramah terhadap usaha mikro dan kecil sehingga lebih mudah untuk didorong naik skalanya menjadi usaha skala sedang. Selain itu konsolidasi kelembagaan, investasi teknologi tepat guna dan inovasi perlu dilakukan.
Rabu, 28 November 2012
Membangun Bisnis Jenang
Pada waktu kecil dulu bila menempuh perjalanan dari Pati ke Semarang tentu bis akan berhenti di terminal Kudus cukup lama. Bersamaan itu para pedagang menaiki bus dan menawarkan jenang kudus yaitu Sinar 33. Jenang ini menjadi favorit di jamannya yaitu era 1980 an. Setiap bepergian oleh oleh jenang dari Kudus seolah olah menjadi menu wajib dan bila kita memakannya akan mengenang masa tempo dulu. Kini dengan semakin majunya jaman pemilik usaha ini menyiapkan diri bahkan merambah pasar luar negeri. Untuk mengenalkan produknya jenang ini mengambil brand jenang Mubarok. Padahal sebelumnya mempunyai produk legendaris yaitu Sinar 33 yang pada saat itu berkompetisi dengan jenang cap keris. Muhammad Hilmy pewaris tahta jenang Mubarok melalui sentuhan tangannya selalu berinovasi baik dari sisi rasa hingga pengemasan melakukan lompatan yang jauh sehingga berbagai penghargaan diterimanya.Tidak hanya itu saja penetrasi pasar serta ikut dalam forum forum bisnis selalu di ikutinya. Kini produk jenang Mubarok mudah didapatkan dimana saja tidak harus pergi ke kota Kudus terlebih dahulu.
Selasa, 20 November 2012
Ide Bisnis Kaum Muda
Di Semarang baru baru ini digelar kontes wiramuda yang bertujuan membangkitkan semangat berusaha dalam jiwa para pemuda untuk lebih mandiri. Kontes tersebut diperuntukkan terhadap ide usaha yang akan dijalankan. Jadi ide tersebut belum pernah ada yang menjalankan dengan usaha yang sama atau ide tersebut merupakan inovasi usaha sejenis. Dari peserta yang ikut berlaga dengan proposal yang diajukan kepada penyelenggara terdapat berbagai bidang usaha baik berupa makanan, minuman, jasa hingga teknologi informasi. Umumnya mereka sudah berani mengemukakan pendapatnya atau ide usahanya serta langkah langkah untuk menjalankan. Dari lomba ini banyak potensi yang perlu mendapatkan pendampingan walaupun telah ditetapkan 10 besar pemenang dan 10 pemenang kategori harapan.
Senin, 15 Oktober 2012
Mesin Warna Alami
Untuk mengolah bahan pewarna alami bagi pewarnaan batik saat ini menjadi trend mengingat isu go green yang sedang digaungkan oleh dunia internasional. Untuk menyikapi hal tersebut salah satu warga Solo menciptakan mesin pengolah bahan alam menjadi warna alam. Ide pembuatan mesin ini bermula adanya permintaan kelompok perajin batik di Surakarta yang cenderung menggunakan warna alam.
Mete Wonogiri
Dalam setiap event pameran baik di tingkat regional maupun nasional Kabupaten Wonogiri selalu menampilkan unggulannya yaitu kacang mete. Usaha rakyat perkenunan mete di Wonogiri dari tahun ketahun meningkat. Menurut catatan Dinas Pertanian Wonogiri produksi mete di kabupaten ini mencapai 7.200 ton per tahun dengan areal kebun 21.685 Ha. Tanaman mete lebih banyak ditanam disekeliling pekarangan.Meskipun banyak pula petani yang menjadikan seluruh areal tegalannya ditanami pohon mete. "Produksi mete di Wonogiri memang kurang dibandingkan permintaan. Karena itu banyak pengusaha pengupasan mete yang mendatangkan dari luar seperti dari Sulawesi dan NTB," kat Wardi pedagang pengumpul yang sudah terjun dalam perdagangan mete puluhan tahun.
Kamis, 04 Oktober 2012
Hallo KKMB
Konsultan Keuangan Mitra Bank yang disingkat KKMB di inisiasi pada waktu itu dari Kementrian Kelautan bersama Bank Indonesia dimaksudkan untuk pendampingan pelaku usaha skala kecil di sektor usaha perikanan dan kelautan. Angkatan demi angkatan dilatih di beberapa wilayah di Indonesia. Perjalanannya sejak tahun 2005 - an hingga sekarang mengalami pasang surut. Ada yang sudah dapat mandiri melakukan pendampingan dan ada yang mati ditengah jalan karena kehabisan tenaga. Sempat terlontar dari beberapa alumni bahwa kita dilahirkan namun tidak disusui. Pendampingan inilah yang sebenarnya dibutuhkan oleh pelaku usaha skala kecil. Bagaimana melakukan dan memberi jalan cara akses keuangan baik melalui Bank maupun akses dana CSR dari BUMN. Sudah saatnya kita harus evaluasi apa saja yang telah kita perbuat terhadap bangsa Indonesia melalui KKMB.
Selasa, 02 Oktober 2012
Tantangan Majukan Koperasi
Sarmila dari Dewan Koperasi Indonesia memberikan orasi tantangan memajukan Koperasi dan UKM di Indonesia. Tantangan ini disampaikan dalam pelatihan Certified Professional Entrepreneur ( CPE ) di Hotel Sriwedari Yogyakarta baru baru ini. Pelatihan ini diperuntukkan bagi pendamping UMKM di dua provinsi yaitu DIY dan Jawa Tengah. Koperasi di Indonesia sudah 67 Tahun hingga saat ini dan mempunyai 100 ribu outlet. Dari 100 ribu outlet ini masih didominasi bidang Simpan Pinjam dan Unit Serba Usaha. Koperasi dan UMKM tidak maju karena tidak ada yang ngopeni. Untuk itulah mulai dari para peserta pelatihan CPE ini dapat menjadi pendamping Koperasi dan UKM untuk memajukan ekonomi bangsa. Mengingat ekonomi kita sudah dijajah mulai dari garam, beras, buah buahan, kedelai, gula di datangkan dari luar negeri.
Langganan:
Postingan (Atom)




