original styles
Vasque Shoes

Rabu, 16 September 2009

Sepi Order


Semenjak adanya krisis global yang diawali di Amerika ternyata melanda juga terhadap negara negara Asia maupun Eropa. Sehingga perajin mebel di Jepara juga terkena imbasnya yaitu permintaan pada saat ini hingga kwartal ketiga tahun 2009 masih sepi. Mesin mesin potong dan mesin serut nongkrong menunggu order lagi. Mau masuk pasar lokal harga tidak terjangkau pada kalangan menengah. Kondisi seperti inilah rata rata yang dialami perajin mebel Jepara.

Senin, 07 September 2009

Seminar Bisnis Franchise


Bisnis franchise memberikan keuntungan yang menggoda tidak lantas semua pelaku bisnis bisa memfranchisekan usahanya. Mereka harus memenuhi dulu segala persyaratan yang telah ditentukan. Begitu pula calon pebisnis atau calon franchisee, meski mereka memiliki banyak uang tidak serta merta pula mereka bisa langsung membeli franchise. Calon franchisee yang tertarik membeli francise sebelum menetapkan pilihan terhadap suatu brand atau usaha sebaiknya harus melakukan investigasi terlebih dahulu. Untuk itu Kadin Jateng melalui PP-UMKM tanggal 15 Oktober 2009 akan menyelenggarakan Seminar pelatihan franchise. Bagi yang berminat bisa menghubungi alamat email : ppumkm@yahoo.com atau telpon 024-3561463, 3561464.

Rabu, 19 Agustus 2009

Semarang Segera Miliki BTC


Semarang sebentar lagi melalui FPESD akan melaunching keberadaan BTC (Business Tehnology Center ). Gagasan ini bermula dari perkuatan dalam menyangga program pemerintah propinsi Jawa Tengah dalam mengembangkan tiga sektor yaitu pada pariwisata, industri, dan pertanian. Untuk sementara diawali dengan kerjasama SMK yang menitikberatkan pada ketiga sektor tersebut. BTC merupakan lembaga intermediasi teknologi, demikian ujar Prakoso salah satu nara sumber dari Kementrian Ristek pada pelatihan pengenalan BTC 18-19 Agustus 2009 di Semarang. Nara sumber lain adalah adalah Franz Gelbke yang menyampaikan apa itu BTC serta pengalaman di negaranya dalam intermediasi teknologi terhadap UMKM. Peserta pelatihan di ikuti dari berbagai lembaga seperti Dinas pertanian, perikanan, perindustrian, pendidikan, Kadin, BDS serta FEDEP dari berbagai wilayah Kabupaten/kota Jawa tengah. Pada pelatihan tersebut dilakukan kunjungan ke klaster klaster. Foto disamping adalah salah satu kunjungan ke klaster pariwisata di Borobudur pada desa wisata Nglipoh Kecamatan Borobudur, untuk mengamati dan melakukan wawancara kepada pelaku UMKM dalam upaya menjembatani kebutuhan litbang dan industri.

Jumat, 24 Juli 2009

Material Komposit Berbasis Enceng Gondok


Penerapan teknologi material komposit untuk pembuatan panel non struktural ramah lingkungan berbasis limbah enceng gondok dikembangkan oleh Kelompok Usaha Bersama Barokah semarang. Kelompok ini mengembangkan penggunaan serat enceng gondok sebagai salah satu bahan membuat natural fibre dalam pembuatan komposit. Sebagai produk yang dapat dibuat dari bahan ini adalah tempat sampah, penutup meteran PDAM dan penutup ban serep pada mobil Honda CRV.

Jumat, 10 Juli 2009

Workshop Penyusunan Modul Pelatihan Klaster

Solo, 22-23 Juni workshop penyusunan modul pelatihan bidang industri, pertanian dan pariwisata diselenggarakan di hotel Dana Solo. Ketiga modul pelatihan tersebut akan diaplikasikan pada klaster tembaga di Tumang Boyolali dan klaster knalpot Purbalingga. Sedang klaster pertanian untuk petani agro diwilayah kabupaten Semarang. Sedangkan klaster pariwisata untuk pemilik homestay di kawasan desa wisata sekitar candi Borobudur.

Kamis, 14 Mei 2009

Biogas Isi Ulang


Kabupaten Batang sebelah utara banyak industri tahu, tempe, kecap dan pengolahan ikan, pembuatan tepung tapioka berbahan baku singkong. Pengolahan industri ini berpotensi pencemaran lingkungan. Sri Hadiyanto seorang pensiunan PNS di Kabupaten Batang ini menangkap peluang bahwa limbah tersebut dapat diolah menjadi biogas yang dapt dijadikan bahan bakar dapur, sedang sisa airnya akan bebas dari zat berbahaya dan layak dibuang di saluran umum. Pak Sri Hadiyanto membuat inovasi gas yang diperoleh dari limbah tahu ini dapat ditampung dan dipindah ke tabung gas elpiji kapasitas 12 Kg dengan bantuan kompresor serta katup yang telah dimodifikasi.

Rabu, 13 Mei 2009

Ekstraktor Khitin Dan Khitosan


Udang dan rajungan merupakan hasil perikanan utama Indonesia. Salah satu alternatif pengolahan limbah udang dan rajungan adalah mengolahnya menjadi Khitin dan Chitosan. Dengan mengolah limbah kulit rajungan ini menjadi khitosan akan meningkatkan nilai produk sekaligus mengatasi limbah yang ada. Hasil olahan Khitin dan Khitosan ini di pergunakan kalangan farmasi yang salah satu manfaatnya dapat memutihkan kulit. Proses pengolahan yang umum diterapkan dimasyarakat adalah dengan metode peredaman biasa. Proses tersebut membutuhkan waktu 3 x 24 jam. Sedangkan pengolahan dengan alat yang ditemukan Muhammad Agus dari Fakultas Perikanan UNIKAL Pekalongan. Kapasitas maksimal yang dihasilkan alat ini adalah 10 Kg kulit rajungan kering setara 70 Kg kulit rajungan basah.