original styles
Vasque Shoes

Senin, 01 November 2010

Gerakan Nasional Cinta Museum


Dalam rangka mendukung visit Central Java Year 2011 Pemprov Jateng berupaya melakukan peningkatan pengelolaan seni dan budaya serta pelestarian benda-benda cagar budaya yang mempunyai prospek sebagai daya tarik wisata budaya serta peningkatan pengelolaan taman budaya Jateng di Surakarta sebagai pusat apresiasi seni masyarakat Jateng. Kesan museum di masyarakat selama ini kurang atraktif, tidak aspiratif dan tidak menghibur karena dikelola seadanya. Selain itu kondisi SDM di museum tergolong memprihatinkan. Pencanangan Gerakan Nasional Cinta Museum yang akan dilaksanakan selama lima tahun 2010-2014, di Jateng di prioritaskan Museum Kereta Api Ambarawa, museum Sangiran, museum Ronggo Warsito. Diharapkan pada tahun 2014 museum-museum di Jateng bisa menjadi tempat yang menarik, informatif dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Serta mampu menjadi inspirator dan motivator bagi masyarakat untuk mengambil nilai positif dari masa lalu, untuk dimanfaatkan pada masa kini.

Rabu, 27 Oktober 2010

Jumlah Koperasi Jateng Meningkat

Koperasi dan UKM di Jateng secara kuantitatif terjadi peningkatan. Pada tahun 2008 terdapat 17.617 unit koperasi dan tahun 2009 tumbuh menjadi 25.077 unit. Terjadi penambahan 7.460 unit atau 42,34%. Penyerapan tenaga kerja bidang koperasi mencapai 56.987 orang. Jumlah asset pada tahun 2009 sebanyak rp 10,318 triliun. Peningkatan koperasi terutama pada koperasi simpan pinjam. Tahun 2008 koperasi simpan pinjam sebanyak 14.712 unit meningkat di tahun 2009 menjadi 15.913 unit. Dalam upaya mengembangkan kualitas SDM dan pengelolaan koperasi perlu sertifikasi bagi pengelola koperasi jasa keuangan. Tahun 2009 sebanyak 264 orang yang telah memiliki sertifikasi. Dalam rangka mendorong tumbuhnya wirausaha baru di pedesaan dikembangkan Tempat Praktek Ketrampilan Usaha yang difasilitasi Kementrian Koperasi dan UKM sebanyak 131 unit di 33 kabupaten se Jateng.

Kamis, 14 Oktober 2010

Mencari Format Materi Pelatihan Kewirausahaan

Dalam diskusi 14 Oktober 2010 di Kantor Bank Indonesia Semarang yang bertajuk " Perkembangan Kesiapan Nasional Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015". Salah satu yang menjadi perhatian adalah berkaitan dengan pengembangan UKM. Bahan paparan disampaikan oleh I Wayan Dipta dari Deputi Bidang Pengkajian Sumber Daya UKMK. Dari diskusi tersebut guna mempersiapkan daya saing UMKM Indonesia dibahas pula sekilas mengenai materi pelatihan untuk kewirausahaan yang terstandarisasi. Dari pengalaman mengikuti pelatihan pelatihan bertemakan kewirausahaan serta buku buku yang memuat kewirausahaan dapat kami sampaikan disini bahwa salah satu modul yang terintregrasi dan mudah dipahami oleh semua kalangan adalah materi SIYB dari ILO. Di Indonesia baru ada empat personil sebagai master trainer yang mengajarkan modul SIYB ini. Ke empat orang tersebut tersebar di Aceh, Bandung dan Semarang. Kadin Indonesia Tahun 2008 lalu melakukan TOT pelatihan SIYB salah satunya guna mempercepat terciptanya wirausaha baru yang tangguh kepada Kadin Kadin daerah. Pengalaman menerapkan modul SIYB ini sangat mengesankan, selama enam hari penuh mulai jam 08.00 hingga jam 17.00 tiap harinya peserta merasa enjoy. Kami bisa menyarankan modul pelatihan SIYB ini adalah yang paling fleksibel mulai dari ide, perencanaan usaha, manajemen asset, penyusunan laporan keuangan, persediaan, penganggaran, perpajakan, perijinan usaha. Para peserta bisa langsung mengaplikasikan ide bisnisnya menjadi real bisnis, serta monitoring dan pendampingan after pelatihan di ikuti terus. Namun yang menjadi kendala disini adalah pendanaan untuk menyelenggarakan pelatihan tersebut yang memakan waktu cukup lama dan biaya akomodasi untuk peserta. Sudah ada beberapa perguruan tinggi yang ingin mengadopsi metode SIYB namun masih ada pertimbangan disana sini sehingga terkesan mahal dan masih pikir pikir. Bisa dikatakan kuliah dua semester hanya ditempuh dengan enam hari para peserta paham untuk menjadi seorang wirausaha. Sistem pendidikan kita sebenarnya sudah canggih namun yang mengawal inilah yang belum ada. Sehingga koordinasi lintas Departemen lebih ditingkatkan untuk menghadapi MEA 2015.

Rabu, 06 Oktober 2010

Standarisasi Produk UKM


Sebagaimana diketahui kondisi pasar dunia saat ini cenderung makin terbuka dan semakin bebas hambatan. Kecenderungan ini merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari, karena setiap negara melakukan kegiatan perdagangan internasional menghendaki pasar dunia yang terbuka bagi produk produk ekspornya masing masing. Guna menghadapi persaingan tersebut segala persiapan di dalam harus lebih di tingkatkan mulai dari standarisasi produk. Standarisasi harus merambah ke sektor UKM. Walaupun untuk mencapai standarisasi saat ini baru usaha yang berskala besar, mengingat untuk mencapai standarisasi seperti ISO merogoh kocek yang besar. Perlu upaya penyadaran dan perkuatan UMKM melalui penggunaan standarisasi produk. Bila bagi UKM sendiri mungkin bisa memberatkan atau merepotkan karena menambah ongkos. Namun situasi sekarang mau tidak mau harus meningkatkan kualitas bila tidak ingin tersaingi dari produk luar. Sebagai contoh industri kecil di Purbalingga yaitu salah satu UKM knalpot yang menetapkan standar kualitasnya mereka mendapatkan mitra dari Astra Zuzuki yaitu mendapatkan order pembuatan knalpot untuk mobil berjenis wagon Suzuki APV.

Rabu, 29 September 2010

Konsolidasi Pendamping UKM

Pertemuan atau sarasehan sesama pendamping UKM telah difasilitasi oleh Bank Jateng. dalam rangka konsolidasi dan penyamaan persepsi serta sinergi terhadap kegiatan dalam pendampingan dan perkuatan UMKM selama ini di Jawa Tengah. Hadir dalam sarasehan tersebut adalah kekuatan penuh para pelaku diantaranya LSM, Perguruan Tinggi, Asosiasi, Koperasi, Badan hukum yang mempunyai CSR, serta lembaga lembaga lain yang berkiprah dalam pemberdayaan UMKM hadir pada acara tersebut. Disampaikan pula oleh Bank Jateng selaku fasilitator berharap kerjasama yang baik dapat di tingkatkan terus. Sebagai lembaga pembiayaan Bank Jateng siap mengalokasikan pada sektor UMKM. Bank Jateng yang sebelumnya dianggap belum pro dunia usaha karena pada saat ini yang di utamakan adalah pemberian kredit kepada para PNS. Guna menghapus image tersebut saat ini Bank Jateng akan berperan aktif dalam pembiayaan UMKM. Sebagai langkah nyata pada tahap awal telah dilaksanakan pendampingan pada klaster bordir di Kudus dan telah dibuka UKM Sentrum Bank Jateng sebagai tempat pamer maupun konsultasi seputarUMKM.

Selasa, 10 Agustus 2010

Minyak Atsiri


Proses pengolahan minyak atsiri melalui proses penyulingan. Hasil penyulingan berupa patchouli oil. Industri yang mengolah dari tanaman ini banyak tersebar di sekitar Kabupaten Banyumas. Saat ini tinggal beberapa saja, adapun bila masih ada itupun merupakan industri rumahan. Industri yang masih bertahan adalah Takasago Indonesia yang berlokasi di Purwokerto. Minyak atsiri lebih banyak dikonsumsi oleh industri kimia yang turunannya bisa digunakan bahan pembuatan minyak wangi, sabun dan sebagainya. Takasago ini berdiri sejak 1980 dan baru mulai ekspor pada tahun 1985 hingga sekarang. Negara tujuan adalah Perancis, Jepang dan Singapura. Pelabuhan muat dari Tanjung Priok dan Tanjung Emas.

Minggu, 04 Juli 2010

Potret Pertanian Grobogan


Potensi lahan di Jawa Tengah seluas 3.254.412 ha, terdiri atas lahan sawah 990.824 ha dan lahan bukan sawah 2.263.588 ha. Luas lahan sawah menurut jenis pengairannya terdiri pengairan teknis sebesar 386.033 ha, pengairan setengah teknis sebesar 130.048 ha, pengairan sederhana sebesar 137.824 ha, pengairan desa sebesar 52.234 ha, tadah hujan sebesar 281.919 ha. Desa Tarub Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan merupakan sawah tadah hujan. Namun di desa ini untuk meningkatkan kapasitas hasil produksi di ujicobakan menggunakan pupuk organik. Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan pupuk organik dan dihitung dengan metode pengubinan ( teknik mengambil sampel tanaman dengan mengambil seluas 1 x 1 meter untuk dihitung per kg nya ) diketahui terdapat peningkatan produksi rata rata sebedar 0,5 kg setiap pengubinan yang diambil. Sehingga sosialisasi penggunaan pupuk organik perlu digiatkan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia. Mengingat ketergantungan petani pada pupuk kimia saat ini cukup tinggi. Petani mau percaya bila ada bukti praktek daripada cerita atau keterangan dari brosur.