original styles
Vasque Shoes

Minggu, 27 November 2016

Menko Perekonomian Tak Puas Program KUR

Di hadapan para CEO di acara 100 CEO Forum 2016 yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis, (24/11/2016), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku belum puas dengan program Kredit Usaha Rakyat.
Sebab, kata dia, awalnya program kredit tersebut berupa kredit mikro dan ritel. Kredit ditujukan untuk sektor produktif, seperti debitor berupa petani produksi. Namun ternyata tidak maksimal.
"Fenomena KUR saya sendiri nggak puas, itu tadinya kredit mikro ada retail, katanya mikro itu untuk petani produksi. Setelah saya cek ternyata dari periode I 80 berapa gitu, 65 kira-kira itu mikro. Begitu kita cek ke dalam, yang produksi masih minoritas. Buat saya, ini aneh," kata Darmin .
Itu sebabnya, agar program KUR efektif, pada November hingga Desember ini, pemerintah akan mendesain ulang program ini agar petani dan nelayan dapat memanfaatkan program KUR. 
Dengan demikian, KUR tidak hanya dimanfaatkan oleh para pedagang.
Namun, Darmin belum bisa menjelaskan lebih detail terkait perubahan apa yang akan dilakukan pemerintah untuk mensukseskan program.
"Pedagang kan memang rakyat kita, tapi jangan lebih banyak. Intinya bukan berapa persennya, bisa saja jumlah ditambah, tapi yang paling penting mah produksi. Bunga mah gampang deh nanti. Kita akan bikin, dan akan ada mikronya. Artinya, dan itu selalu berbeda dalam plafonnya, mikro itu 15 juta aja. untuk pedagang itu kan faktanya lebih besar," kata Darmin.



Senin, 01 Februari 2016

Kunci Keberhasilan Bisnis Franchise

Bisnis dengan model franchise dan BO saat ini tumbuh ratusan, sehingga memberikan lebih banyak pilihan bagi calon investor. Ada perbedaan antara investor atau calon mitra bisnis untuk BO dengan Franchise. Bagi investor untuk bisnis BO. Mereka memilih bisnis yang untungnya atau returnya paling tinggi. Sedangkan calon investor Franchise, mereka memilih bisnis franchise dengan beberapa pertimbangan antara lain track record, jumlah jaringan, merek, operasional support dan organisasi franchisornya.

Kamis, 25 Juni 2015

Nelayan Desa Bendar Juwana

Akhir bulan Juni 2015 tim PPUMKM berkesempatan mengunjungi salah satu desa nelayan yaitu Desa Bendar Kecamatan Juwana Pati. Sebagian besar warga adalah pekerjaannya dibidang nakoda dan nelayan, sedangkan para istri nelayan tersebut mendirikan Koperasi wanita nelayan MINA MELATI untuk mengolah hasil tangkapan ikan suaminya untuk di olah menjadi produk kreatif seperti kerupuk, nuget berbahan baku ikan. Kondisi rumah para nelayan tersebut tidak seperti yang dibayangkan yaitu kotor dan berbau, namun kondisi tersebut berbalik. Rumah warga yang cukup bagus dengan antena parabola serta terpakir mobil dalam garasi yang terbungkus penutup. Sepertinya kendaraan tersebut baru digunakan setelah  pergi melaut. Tim mencoba mengambil beberapa gambar rumah yang ditinggalkan pemiliknya karena sibuk menjalankan usaha. Kondisi jalan desa yang sudah betonisasi menambah rajinnya lingkungan, walau dimusim penghujan akan mengalami kebanjiran. Dari sisi pemasaran produk hasil laut tidak lagi menjadi kendala, beberapa kendaraan berplat luar daerah pun sudah siap mengambil hasil perikanan dari desa Bendar.

Selasa, 13 Januari 2015

Jateng Bahas Raperda CSR

Saat ini Jawa Tengah akan mempunyai Perda CSR, pembahasan dan dengar pendapat dengan beberapa pihak telah dilakukan untuk penyempurnaan Raperda tersebut. Dalam pembahasan raperda hal krusial muncul untuk dibicarakan antara lain hak dan kewajiban perusahaan pelaksana Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan ( TJSLP ), mekanisme dan prosedur pelaksanaan TJSLP, kelembagaan serta pemberian apresiasi pelaksana csr terbaik. Masyarakat pada umumnya menyambut baik keberadaan perda tersebut. Salah satu keinginan masyarakat adalah bagaimana cara akses dana CSR untuk pengembangan ekonomi maupun pemeliharaan lingkungan. Serta dapat mengetahui bidang apa saja yang menjadi perhatian oleh perusahaan yang di CSR kan. Saat ini masyarakat masih belum mengetahui kemana mereka akan mengakses csr tersebut beserta persyaratan apa saja untuk menjadi mitranya.

Jumat, 19 Desember 2014

Pondok Carica Patara Wonosobo

Bagi konsumen carica atau yang pernah berkunjung ke Wonosobo dan sempat membeli minuman carica bermerek Patara merupakan produk Wekso Pribiantoro. Nama Patara menurut empunya diambil dari nama pak toro lalu disebut patara agar nama lebih keren. Dibawah naungan KUB Berkah Mandiri minuman buah carica dibuat dan dibranding agar carica ini merupakan produk Wonosobo. Aktivitas pengembangan produk asli Wonosobo diwadahi dalam tiga kelompok yaitu Asosiasi Pengusaha Carica, Klaster Carica yang dimotori FEDEP dan Masyarakat Perlindungan Industri Geografis. Sejumlah 120 pengusaha bidang minuman carica baru terdapat 18 pengusaha yang tergabubng dalam asosiasi. Namun KUB Berkah Mandiri memayungi juga produk produk seperti dodol carica, selai carica, sirup carica dan produk makanan lain yang dibranding melalui KUM Berkah Mandiri.

Minggu, 09 Juni 2013

Koleksi Barang Antik

Di Semarang pada 6-9 Juni 2013 lalu telah digelar produk industri mebel di Lawang Sewu. Dalam acara tersebut di ikuti perusahaan furniture indoor maupun outdoor serta UMKM berbagai bidang kerajinan. Pameran ini bermaksud memantapkan posisi Jawa Tengah sebagai produsen mebel dan furniture dalam kancah dunia. Ketenaran mebel Jateng terutama dari Jepara sudah tidak asing di telinga kita. Namun uniknya diantara peserta terdapat kolektor benda benda kuno dan antik mulai dari perangko, mesin ketik hingga produk materi iklan pada jaman dulu.

Selasa, 19 Februari 2013

7 Unggulan OVOP Jateng

Dinas Koperasi Jawa Tengah telah menetapkan 7 produk unggulan OVOP melalui Koperasi. Hal ini disampaikan pada acara Pengembangan Produk Unggulan Daerah Dengan Pendekatan One Village One Product ( OVOP ) Melalui Koperasi. Ketujuh unggulan tersebut adalah :
  1. Kopinkora Agawe Makmur Sragen, produk sarung Goyor.
  2. KSU Era ATBM Jaya Pemalang, produk sarung Goyor.
  3. KSU Paguyuban Tenun Troso Jepara, produk tenun Troso.
  4. KSU Bogor Makmur Klaten, produk Tenun Lurik
  5. Koperasi Syarikat Dagang Kauman Solo, produk Batik
  6. KSU Bogor Makmur Cilacap, produk Gula Kelapa.
  7. KSU Sambon Boyolali, produk kerajinan kulit ikan pari.
Hadir pula Neddy Refinady Halim dari Deputi Bidang Pemasaran & Jaringan Usaha Kemenkop menyampaikan bahwa netwok koperasi umumnya masih lemah.